Ga Cuma Satu, Tapi 6 Hal yang Bisa Kamu Nikmati di Sisi Sungai Musi!

Jembatan Ampera Sore Hari (Saat Kabut Asap). FOTO: Womenshare

Palembang menyimpan banyak cerita kuliner yang siap disantap. Sebut saja pempek. Pempek pun ada pempek bakar, pempek kukus, sampai pempek panggang. Masing-masing dengan bahan sama dan penyajian berbeda bisa memberikan pengalaman rasa yang unik. Namun, Palembang tak hanya tentang makanan. Ada satu tempat yang dikenal di Palembang. Tak lain dan tak bukan adalah Sungai Musi.

 
Sungai yang dibanggakan warga Sriwijaya ini bisa dibilang sanggup memberikan one stop solution untuk kamu yang baru pertama kali datang ke Palembang. Kenapa? Kamu bisa melihat semua hal yang menjadi poin penting di Palembang! Sungai Musi, arsitektur, sejarah, budaya, sampai makanan!
 

1. Jembatan Ampera

 
Sungai Musi tentu identik dengan Jembatan Ampera. Kalau kamu datang ke sisi Sungai Musi, pastikan kamu menikmati Jembatan Ampera, ya. Bisa di halaman parkir depan Benteng Kuto Besak. Cari spot yang enak untuk menikmatinya. Best time datang ke sini adalah sore hari. Kenapa?
 
Tak terlalu panas, dan kamu bisa mendapatkan moment Jembatan Ampera saat masih terang dan langit sudah gelap. Memiliki perbedaan suasana. Namun saat malam jangan kaget bila pencahayaan tak seterang saat kamu berada Gelora Bung Karno. Tapi bener-bener patut untuk dikunjungi sih.
 
Tips ingin berfoto dengan latar Jembatan Ampera
Kalau gamau terlalu penuh atau ingin yang lebih intimate sama Jembatan Ampera, coba deh ke Musi Riverside. Memang terlihat seperti tempat makan yang ada di ibukota, sebut saja J.Co, dan sebagainya. Tapi kalau kamu berjalan masuk terus ke dalam, ternyata di sini menyediakan semacam “teras” untuk menikmati Sungai Musi dan Jembatan Ampera di malam hari lebih dekat dan lebih bagus. 
 

2. Tugu Belido

Tugu Belido. FOTO: Womenshare
 
Sembari menunggu matahari tenggelam, kamu bisa berjalan-jalan di sekitar sisi Sungai Musi. Ada Tugu Belido yang bisa dijadikan objek background foto selfie kamu. Kan sudah sampai, masa tak ingin menikmati lebih luas dan mengeksplor ke sudut-sudutnya? 
 
Ikan Belida atau Belido memang identik dengan Palembang, khususnya Sungai Musi. Ini karena penghuni Sungai Musi, salah satunya adalah ikan Belida. Tak heran bila dibuatkan Tugu Belido di sisi sungai ini.
 

3. Benteng Kuto Besak

Benteng Kuto Besak. FOTO: Womenshare
 
Kalau masih punya banyak waktu sebelum sore, kamu bisa lho mengunjungi Benteng Kuto Besak untuk menikmati arsitekturnya. Siapa sangka bahwa Benteng Kuto Besak adalah bangunan keraton dari Kesultanan Palembang. Di dalam benteng terdapat pula keputren, paseban, ruang tempat menerima tamu, tempat kediaman sultan dan permaisuri. 
 
Di tengah keraton terdapat kolam dengan perahu, taman, dan pohon buah-buahan. Di antara keraton Kuto Besak dan keraton Lamo, terdapat jalan menuju mesjid utama kerajaan. Saat ini Benteng Kuto Besak ditempati oleh Komando Daerah Militer (Kodam) Sriwijaya. 
 

4. Museum Sultan Mahmud Badaruddin II

Museum Sultan Badaruddin II. FOTO: Womenshare
 
Bisa dibilang, aku mengunjungi halaman museum ini secara tidak sengaja. Yes, awalnya karena mencari tempat parkir, jadilah berkunjung ke sini. Bangunan panggungnya memang terlihat Palembang bercampur gaya Eropa. Sebenarnya museum ini dibangun untuk mengenang Sultan mahmud Badaruddin II yang pernah menjabat selama dua periode di Palembang.
 
Kalau mau masuk, silakan saja. Museum ini buka dari Senin – Kamis pada pukul 08.00 – 16.00. Lalu untuk Sabtu – Minggu  pada pukul 09.00 – 16.00 dan untuk hari Jumat tutup lebih awal yaitu pukul 11.30. Harga tiket masuk untuk satu orang sebesar Rp1.000,00 untuk anak-anak, Rp5.000,00 untuk dewasa, dan Rp15.000,00 untuk wisatawan mancanegara.
 

5. Monumen Perjuangan Rakyat

Monumen Perjuangan Rakyat (Monpera) Palembang merupakan monumen peringatan pertempuran antara Palembang dan Belanda selama 5 hari 5 malam pada tahun 1947. Bentuk Monpera menyerupai bunga melati bermahkota lima.
 
Di sini biasanya kamu bisa menemukan muda mudi bercengkrama, bermain, atau sekedar santai. Tak sedikit keluarga pun ikut menikmati suasana di Monpera ini. Sesekali kamu juga bisa berfoto untuk kenangan bahwa pernah mengunjungi monumen bersejarah ini. 
 
Silakan datang pada Selasa – Minggu pada pukul 08.00 – 15.30. Harga tiket masuk untuk satu orang sebesar Rp1.000,00 untuk pelajar, Rp2.000,00 untuk mahasiswa, Rp5.000,00 untuk wisatawan lokal, dan Rp20.000,00 untuk wisatawan mancanegara.
 

6. Kuliner di Restoran Apung atau Pinggir Sungai

Restoran Terapung Palembang. FOTO: Womenshare
 
Sudah puas menjelajah sisi Sungai Musi, lanjut mengisi perut. Kalau kamu ingin merasakan keotentikan kuliner Palembang, coba kunjungi Restoran Apung. Restoran Apungnya berupa perahu nelayan yang dibuat seperti tempat makan. Biasanya menu yang disajikan seputar pindang. Ada banyak pilihan di sini. Tinggal disesuaikan dengan kebutuhanmu saja.
 
Kalau tak ingin di Restoran Apung karena ada sensasi ngilu sendiri, bisa mencicipi makanan yang ada di pinggir sungai. Ada yang membuka tempat makan. Namun, makanannya bukan khas Palembang. Malah bisa kamu temukan di Jakarta, seperti nasi goreng, kwetiau goreng, sampai mie tektek.
 
Tempat Makan di Sisi Sungai Musi. FOTO: Womenshare
 
 
Saranku sih, saat ke sini, coba deh cari penjual pempek dalam toples yang ditenteng. Nah, biasanya mereka menghargai pempeknya Rp 1.500 per pcs. Bisa makan sebanyak yang kamu mau, asalkan jangan lupa dibayar. Sambil makan pempek, sambil menikmati Jembatan Ampera di sisi Sungai Musi. 
 

7. Main Kayuh Mobil

Kayuh Mobil. FOTO: Womenshare
 
Siapa bilang, ngayuh mobil hanya bisa kamu temukan di Alun-alun Yogyakarta? Palembang juga punya, lho! Bisa kamu coba kalau ingin sesuatu yang baru di sini. Sayangnya, aku lupa tarifnya berapa. Tapi seingatku sih Rp 10.000 per orang. Bagi yang sudah nyoba, bisa dishare di kolom komentar tarif pasti si Mobil Kayuh ini, ya. 

About the author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *