Tak Jauh dari Jakarta, 3 Hutan Ini Tak Hanya Seru untuk Dikunjungi Tetapi Juga Bisa Diadopsi

Indonesia terkenal dengan sebutan Zamrud Khatulistiwa. Ini karena banyaknya hutan yang berlokasi di Indonesia. Hutan di Indonesia juga terkenal dengan perannya sebagai paru-paru dunia. Terbayang tidak, dengan perannya yang besar, apa jadinya bila hutan di Indonesia gundul atau tidak ditanami kembali?

Saking banyaknya hutan di Indonesia, beberapa menjadikan seperempat atau beberapa bagian lahannya digunakan untuk tempat pariwisata. Apalagi tren traveling sekarang lebih memilih mengunjungi alam. Mendatangi hutan bisa menjadi pilihan berwisata seru, sejuk, dan tentu membuat hati senang.

Namun, bila kamu tak hanya ingin mengunjungi hutan hanya untuk senang-senang, tetapi juga untuk berkontribusi pada kelestarian hutan, berarti wajib hukumnya mengetahui tentang adopsi hutan.

Adopsi hutan adalah gerakan gotong royong menjaga hutan yang masih ada, mulai dari pohon tegaknya, flora, sampai keanekaragaman hayati di dalamnya. Dengan adopsi ini, kamu bisa terhubung langsung dengan ekosistem hutam beserta para penjaganya. (Dikutip dari situs harihutan.id pada 27 Agustus 2020 pukul 14.15 WIB)

Kebayang tidak sih, betapa serunya saat kamu mengunjungi hutan di Indonesia, setidaknya di Pulau Jawa, bisa sekaligus ikut serta dalam gerakan ini? Apalagi tiap hutan di Indonesia memiliki keindahan yang khas. Misalnya saja, walau sama-sama hutan pinus, masing-masing punya ciri tertentu yang membuat takjub untuk didatangi.

Bersamaan dengan Hari Hutan Indonesia yang jatuh pada 7 Agustus 2020, yuk simak rekomendasi tiga hutan yang bisa dikunjungi dan juga memiliki program konservasi ataupun adopsi.

 

Gunung Halimun Salak

Sumber: https://limakaki.com/taman-nasional-gunung-halimun-salak.html

Gunung Halimun Salak memang bernama Taman Nasional, tetapi isinya adalah mayoritas hutan. Taman Nasional Gunung Halimun Salak ini berdiri di lahan seluas sekitar 113.357 hektar. Di dalamnya terdapat hutan produksi atau hutan lindung. Ada berbagai macam flora dan fauna di hutan yang berlokasi di kawasan Bogor – Sukabumi.

Setidaknya ada 4 hal menarik yang bisa kamu lihat di sini, mulai dari Suaka Elang Loji, Cikaniki Research Station bila ingin mengajak anak, Kawah Ratu, serta Camp Ground Sukamantri.

Tak hanya menikmati keindahan alam, di Taman Nasional Gunung Halimun Salak, kamu bisa mengikuti program adopsi pohon. Caranya dengan menitipkan dana sebesar Rp 70.000 per pohon ke masyarakat lokal untuk rehabilitasi atau restorasi kawasan yang rusak. Jangka waktu adopsinya selama lima tahun.

Rincian biayanya dijabarkan untuk sekitar 20% dari dana akan digunakan untuk kegiatan penanaman. Kemudian 40% digunakan untuk dana SISDUK (Sistem Dukungan Masyarakat Hulu), 30% untuk fasilitasi dan pendampingan kelompok masyarakat, dan 5% untuk Perkumpulan GEDEPAHALA, serta 5% lain untuk database sistem dan pemetaan.

Bila ingin tahu lebih lengkap dengan program Adopsi Pohon di Taman Nasional Gunung Halimun Salak bisa cek di sini.

 

Hutan Mangrove Pantai Indah Kapuk

Sumber:https://www.jakartamangrove.id/

Tak perlu jauh keluar kota bila kamu berada di Jakarta dan ingin mencicipi serunya bermain di hutan. Di utara Jakarta, tepatnya Pantai Indah Kapuk memiliki hutan yang menarik minat untuk dikunjungi bernama Hutan Mangrove.

Di sini kamu bisa menikmati berbagai macam kegiatan wisata yang seru, mulai dari speed boat, perahu dayung, sepeda air kodok, perahu kano, sampai menginap! Kalau kamu butuh quick getaway tapi tak memiliki banyak waktu, Hutan Mangrove Pantai Indah Kapuk bisa dijadikan solusi.

Setelah puas bermain dan berekreasi di Hutan Mangrove yang unik, jangan lupa untuk ikut ke dalam program penanaman dan konservasi. Di sini disediakan penanaman Mangrove untuk kamu yang ingin ikut. Biayanya sebesar Rp 150.000 per pohon. Bila kamu ingin menanam dan dipasang papan nama, bisa mengeluarkan biaya sebesar Rp 500.000 per paket. Seru ya!

 

Taman Hutan Raya Ir. H. Juanda, Bandung

Sumber: https://id.wikipedia.org/wiki/Taman_Hutan_Raya_Ir._H._Djuanda

Berlokasi tepat di tengah kota Bandung, Taman Hutan Ir. H. Juanda harus dikunjungi. Jangan terkecoh dengan penamaan taman. Sejatinya tempat ini benar-benar hutan yang bisa dikunjungi dengan nyaman oleh para pengunjung, salah satunya kamu.

Di sini kamu bisa menikmati keindahan alam yang dipadukan dengan sejarah masa lalu. Misalnya saja dengan mengunjungi Goa Jepang ataupun Goa Belanda. Kalau ingin lebih menantang adrenalin, susuri jalan untuk menemukan Curug Maribaya. Menariknya lagi, kamu bisa berfoto seperti di atas awan bila mendatangi Tebing Keraton. Paket komplit yang tak bisa dilewatkan!

Tenyata, Taman Hutan Raya Ir. H. Juandan bisa dimanfaatkan untuk konserbasi lho. Apalagi terdapat flora dan fauna di dalamnya yang harus dilestarikan. Ditambah panorama alam yang cantik menambah keinginan untuk mengunjungi, bukan?

Siapa bilang hanya dengan berjalan-jalan saja tak bisa ikut melestarikan hutan? Bahkan bisa juga diadopsi untuk menjaga keberlangsungan keanekaragaman hayati di dalamnya.

About the author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *